KUTACANE – Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi (LSM KOMPAK) Kabupaten Aceh Tenggara menjadwalkan akan kembali turun ke Desa Ukhat Peseluk, Kecamatan Leuser, dalam waktu dekat. Kehadiran tim investigasi ini bertujuan untuk melakukan investigasi lapangan mendalam terkait realisasi dan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 hingga 2025.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen LSM KOMPAK dalam mengawal transparansi anggaran negara serta memastikan kemanfaatan dana desa sepenuhnya mengalir untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
Adnan Kst Ketua LSM KOMPAK Aceh Tenggara menyatakan bahwa investigasi ini difokuskan pada pengumpulan bukti-bukti autentik di lapangan. Hasil dari temuan lapangan tersebut nantinya akan disusun secara komprehensif menjadi Resume Laporan Resmi yang akan langsung diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian.
Ada lima poin krusial yang menjadi radar pemeriksaan tim investigasi LSM KOMPAK di Desa Ukhat Peseluk, yaitu:
1. Kegiatan Fiktif: Melacak program atau proyek yang anggarannya dicairkan namun tidak ada realisasinya di lapangan.
2. Kegiatan Tumpang Tindih: Memeriksa program yang dibiayai ganda oleh sumber anggaran lain.
3. Proyek Fisik Tak Sesuai Spesifikasi: Menguji kualitas infrastruktur yang dibangun apakah sengaja dikurangi mutunya.
4. Proyek Tak Sesuai Volume: Mengukur ulang kuantitas pekerjaan yang diduga sengaja dimanipulasi dari laporan pertanggungjawaban.
5. Anggaran Gemuk (Mark-up): Membedah rincian biaya pada kegiatan yang anggarannya digelembungkan secara tidak wajar.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah Dana Desa dari tahun 2021 sampai 2025 di Ukhat Peseluk benar-benar diwujudkan sesuai aturan. Jika dalam investigasi nanti kami temukan adanya indikasi proyek fiktif, kekurangan volume, atau anggaran yang digelembungkan, kami pastikan dokumen resumenya akan langsung kami dorong ke meja APH agar diproses secara hukum,” tegas Adnan Kst Ketua LSM KOMPAK.
LSM KOMPAK juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Desa Ukhat Peseluk untuk bersikap proaktif dan tidak takut memberikan informasi atau data pendukung yang valid demi menyelamatkan uang negara dan memajukan desa mereka sendiri. (Tim)




















